Tuesday, April 30, 2013

Inspirasi

Well, saya baru pengen nulis sesuatu malam ini, tapi nggak tau apa hahaha.
Setelah berbulan-bulan hidup dalam ke-monoton-an ala anak SMA yang mau ujian: bangun - sekolah - pulang - tidur siang - les - belajar -  diulang sampe infinity, beberapa hari terakhir ini saya mulai "hidup". Saya sebut hidup karena akhirnya saya berhasil keluar dari rutinitas yang itu itu saja.

Random abis lah, mulai dari nongkrong doing nothing but talking shit, renang, piknik, nonton pss di stadion, kedatengan mas mas yang pinjem duit abis tabrakan, nonton Jubah Macan latian pentas, nonton stand up comedy lokal, dan lain lain.

Baiklah, karena nggak tau mau nulis apa lagi, saya ngomongin inspirasi aja ya.

Saya pernah, atau lebih tepatnya sering sekali terinspirasi, oleh events, things, or people. But I admit that I'm mostly inspired by people. Biasanya saya lebih terpengaruh oleh 'siapa', bukan 'apa' yang disampaikan/dilakukan. Dan ketika terinspirasi, rasanya kayak mau meledak-ledak gitu ya. Seneng banget, pengen bisa kayak sang inspirator, pengen segera melakukan sesuatu yang berhubungan dengan inspirasi itu. Termasuk saya yang sekarang sedang menulis ini, sedang senang sekali dan meledak-ledak rasanya untuk nulis, tapi gak tau mau nulis apa hahaha.

Saat berkesempatan, saya selalu bilang pada orang-orang yang menginspirasi saya, bahwa mereka telah menginspirasi saya and many people out there. Mostly lewat social media. Saya selalu bilang ke mereka untuk tetap melakukan apa yang mereka lakukan, because they inspire people to be better. Mereka membawa kebaikan buat banyak orang.

Lalu saya berpikir, bagaimana rasanya menjadi inspirasi orang lain?

Yang jelas saya nggak tau jawabannya.
Saya cuma ingin menjadi seperti mereka, inspire people to be better. Rasanya mungkin akan sangat menyenangkan, bahagia. Karena ketika orang-orang terinspirasi oleh kita, in a good way, berarti kita telah melakukan sesuatu yang berarti, ya membawa kebaikan buat banyak orang itu tadi.

Semoga.


Thursday, April 25, 2013

Omong Kosong Tentang Another Glenn Live Concert

Baru saja pulang dari nonton konser sekelompok orang yang selalu berhasil mengajariku bahagia.

Glenn Fredly & The Bakuucakar!

Dan berikut poin-poin yang pengen saya tulis seenaknya :B


Lightingnya keren. Berasa liat lighting di konser-konser outdoor di lapangan/alun-alun gitu. Biasanya konser outdoor lebih dominan lightingnya, sedangkan indoor simpel. Nah yang ini lightingnya seru. Kayaknya diperhatikan banget sama panitia. Mana ada beberapa momen lighting yang dibikin pas banget sama lagunya. Yang mellow jadi tambah galauuu, yang up-beat jadi tambah asiiiik. Menurutku doang sih hehe ampuni segala ke-sok tahu-an ya. 

Jujur, saya nggak sepeka orang sound/anak band dalam mengamati sound system -_- iyolah -_- Tapi kalo membandingkan dengan konser-konser lain, disamping beberapa kesalahan teknis kecil, saya bisa bilang soundnya agak kurang. Tapi pendapat yang satu ini boleh diabaikan, toh saya beropini menurut telinga awam yang cuma bilang enak kalo menurutnya enak kok hahaha :B

Suka banget sama Batiga karena mereka nyanyiin lagu-lagunya Sherina kecil. Aransemennya juga keren. Langsung keinget Riri Riza dan tentu saja, masa kecilku. Really appreciate that, bener-bener ngena :" Jempol!

Cukup terkejut dan suka dengan format baru yang ditampilin Koala. Selama mengikuti konser Koala kemana-mana (kok terdengar fanatik sekali ya, padahal gara-gara satu sekolah hahaha), baru sekali ini Koala menampilkan lagu baru berbahasa inggris-nya yang berjudul Have You, dan yang mengejutkan, dengan format semacam vokal grup.

Malam ini pertama kali liat dan denger Tulus nyanyi. Sebelumnya hanya pernah mendengar satu lagu, itu pun versi sudah di-cover oleh Kunto Aji Wibisono dan tidak full song. Lagunya asik dan unik, terdengar tidak komersil, maksud saya tidak dibuat semata-mata mengejar target pasar, dibuat karena memang diinginkan. Musiknya cerdas.

Dan Glenn Fredly? He wasn't in the mood. Kenapa saya bisa berpikir seperti itu? I just knew it. Setelah membuat resolusi "nonton langsung live concert-nya Glenn Fredly" di tahun 2011 seperti yang saya tulis di post ini, malam ini adalah konser Glenn yang ke-4 buat saya (and I do thank God for this!!!!!). Dan dengan itu saya sudah cukup tau bagaimana biasanya seorang Glenn Fredly ada di atas stage. Tapi tetep, penampilan mereka keren!

Glenn terlihat lebih kurus.

Akhirnya, berhasil (lagi) mencentang salah satu resolusi hidup: teriak "BONAAAAAAR!" waktu nonton konser Glenn Fredly & Bakuucakar. Meskipun Bonar nggak nengok, saya sudah cukup bahagia bisa memenuhi resolusi :))

Bonar Abraham memang tidak ada duanya di muka bumi. Yes. Yes. Yeeessssssss. :D

Bonar Abraham

Karena album baru sudah keluar, saya rasa Glenn dan kru "menggusur" lagu-lagu yang sempat wajib ada di song-list dengan lagu-lagu baru dari album Luka Cinta & Merdeka. Seru! Sebagai contoh, lagu Timur, Karena Cinta, dan Kisah Romantis dulu sempat wajib tampil di setiap gigs. Sekarang lagu Luka & Cinta, Malaikat Juga Tahu, dan Sabda Rindu yang wajib tampil. Performa nggak berkurang, sama bagusnya kok :>

Gitaris Bakuucakar yang asli, Andre Dinuth, absen dan digantikan oleh gitaris Barry Likumahuwa Project, Henry Budhidharma. Langsung merasa ada yang kurang waktu pertama kali mereka masuk panggung tanpa Andre Dinuth. Bakuucakar yaaa Bakuucakar, nggak akan sama dengan additional player.

(dari kiri atas CW) Bonar, Andre, Rifka, Rayendra, Nicky, Kenna, Glenn, Harry


Tadi nonton konser sambil bawa album Glenn Fredly yang Luka, Cinta, & Merdeka, jadi bisa nyontek liriknya waktu nyanyi. Saya memang belum hafal sepenuhnya lagu-lagu di album baru ini. Pede aja bawa contekan. Toh seorang Glenn pun di setiap konser selalu membawa lirik ke stage. "Saya juga nggak hafal semua, album saya udah tiga belas, namanya juga kebanyakan lagu." begitu kata Glenn dengan sombongnya di salah satu konser yang pernah saya datangi :))


The crowd. Credit to Nicky Manuputty on his instagram.


Terima kasih untuk Present Break 2013 oleh Geologi UPN! Terima kasih untuk Shafa, Mbak Santi dan Mas Ferro! :D

Thursday, November 1, 2012

Kenapa Saya Belajar?

Kenapa saya belajar?
Karena saya ingin menjadi mahasiswa ITB tahun depan.

Kenapa saya belajar?
Karena saya ingin membanggakan orang tua.

Kenapa saya belajar?
Karena saya malu menjadi orang bodoh.

Kenapa saya belajar?
Karena saya ingin mengejar mimpi saya.

Kenapa saya belajar?
Karena saya ingin melanjutkan studi ke luar negeri suatu saat nanti.

Kenapa saya belajar?
Karena saya ingin punya pekerjaan yang sukses dan membahagiakan.

Kenapa saya belajar?
Karena saya ingin hidup saya bermanfaat untuk orang lain.

Kenapa saya belajar?
Karena saya berkesempatan untuk belajar, dan itu berarti saya mewakili jutaan orang di dunia yang tak berkesempatan.

Kenapa saya belajar?
Karena setiap saya memejamkan mata, saya yakin semua mimpi itu bisa diraih.


Dan puluhan jawaban yang lain.
Tapi ada satu jawaban paling dasar yang belum bisa saya rasakan meskipun sudah lebih dari 12 tahun saya menuntut ilmu.

Karena saya ingin tahu. 

Wednesday, October 3, 2012

Who's Growing Up with @SheilaOn7 ?

Jika ditanya soal musisi favorit, saya tak akan bisa menjawab. Terlalu banyak dan tidak bisa diruntut. Tetapi jika ditanya dengan musik apa saya tumbuh, atau lebih tepatnya musik siapa yang menemani saya dari lahir hingga saat ini? Yes, I'm 17 and my answer is Sheila On 7.

Why?

Sebenarnya banyak musisi yang menemani saya sejak kecil, I mean benar-benar kecil, dari lahir mungkin. Orang tua yang mencekoki. Mulai dari dalam negeri, ada Sheila On 7, Padi, Dewa 19, Tasya, Sherina, Koes Plus, Chrisye, Iwan Fals, dll. Dari luar negeri ada Queen, The Beatles, Scorpion, Westlife, MLTR, Phill Collins, dan lagu-lagu evergreen lainnya.

But the truly everlasting........

Mulai sejak album pertama, Anton dan Sakti masih ada

So innocent
then

Lalu Anton keluar


Dan akhirnya Sakti keluar, ditambah Brian, formasi utuh yang sekarang


Setelah saya pikir-pikir, saya baru menyadari akhir-akhir ini bahwa Sheila on 7 adalah satu-satunya musisi yang masih saya gandrungi sejak dulu sampai saat ini, tak pernah hilang. Sejak zaman masih kecil, mendengarkan lagu mereka lewat kaset di mobil dan radio, sampai detik ini saya ikuti konser mereka kemana-mana. Sejak mereka masih anak-anak, hingga mereka sudah punya anak. Sejak saya seumuran anak mereka sekarang, hingga saya berumur seperti ketika mereka mulai terjun di musik. Sejak "Perhatikan, Rani!" sampai "Bait Pertama". Oke. Stop.

Mungkin faktor Sheila On 7 berdomisili sama dengan saya juga kali ya. Soalnya, mereka lebih sering manggung di Jogja dibanding band lain. Dan mungkin faktor kakak juga, yang sejak kecil bersama saya tumbuh dengan musik Sheila On 7. Dan yang sekarang masih sama gilanya kalo ada konser Sheila On 7. 

Bukan berarti teman-teman masa kecil yang lain saya kesampingkan, tetapi seperti Padi, Dewa 19, Tasya, Sherina, rasa-rasanya sudah berbeda, tak seaktif dulu, dan bahkan beberapa tak pernah muncul lagi. Sedangkan band-band dari luar negeri, innalillahi mayoritas sudah meninggal dunia/mundur, jadi tidak ada lagu-lagu barunya ._.

Meskipun secara tidak sadar, kalau dilogika, musik Sheila On 7 sedikit banyak membentuk pribadi saya. Menemani saya tumbuh dewasa. Being my inspiration, billion people inspiration. Semoga mereka tak berhenti berkarya hingga tangan Eross, Adam dan Brian tak bisa digerakkan, dan suara Duta tak lagi merdu. Hingga saya tua, dan punya anak. Hingga anak-anak itu tumbuh bersama mereka.


And who's growing up with Sheila On 7?

Me. And million others.