Friday, January 17, 2014

Kebohongan ya?

I just had this random chat with one of my best friends. Kami lama tidak saling bertemu atau bahkan sekedar sms/chatting. Lalu saya menyadari ada sesuatu yang berbeda dari perbincangan kami. I thought it was his friend using his phone. Saya bilang kalau hape itu pasti sedang dibajak. Tapi kemudian ia bilang kalau itu dia, bukan orang lain. Saya jadi bingung antara percaya dan tidak. Then every damn thing on that chat went weird.

In the end, hape itu nggak dibajak. Itu memang murni dia.

Saya jadi sadar, semakin saya tenggelam dalam dunia baru, semakin saya tinggalkan kehidupan lama saya ya. I mean, he is my best friend, I used to tell him everything. We used to talk anything without borders, and now I can't even recognize his existence. What the hell.

Lagi-lagi, waktu mengikis. Hukum alam. So sad.

Jadi, semua "saya tidak akan pernah melupakan kalian" itu, kebohongan yang aku buat untuk membohongi diriku sendiri ya?

Saturday, January 11, 2014

Racun

Saya tak sengaja melihat buku merah itu tergeletak di rak.


Mereka bilang, buku ini obat rindu.


Saya tak sedang merasakan rindu. Saya bahkan sedang hampir lupa masa-masa itu. Saya sedang sibuk-sibuknya terbuai dengan kehidupan baru. Waktu untuk makan saja tak ada, mana ada waktu untuk rindu?

Namun, saya putuskan untuk mengambil buku itu, dan mulai membukanya.


Saya menangis.


Bohong.
Mereka semua bohong.




Buku ini bukan obat. Buku ini racun.




Saturday, December 28, 2013

Seorang Anak dan Pallacanestro

Ini cerita tentang seorang anak yang tinggal di sebuah negeri. Saat kecil, ia dikenalkan pada sebuah permainan di negerinya, permainan yang begitu memikat hatinya. Sejak itu, ia hobi sekali bermain pallacanestro, sebuah permainan yang ada di negerinya. Belasan tahun, dia tak pernah lepas dari permainan ini. Singkatnya, anak ini begitu jatuh cinta pada pallacanestro, anak ini tidak dapat hidup tanpa pallacanestro.

Lalu saat beranjak dewasa, sesuatu terjadi padanya. Sesuatu yang tak tampak di mata orang awam, namun menghancurkan hidupnya. Ia tak lagi bisa bermain pallacanestro layaknya orang normal.
Kemampuannya kini dibatasi. Ia tak lagi seterampil dulu.

Hidupnya seperti direnggut. Hal yang sangat ia cintai, kini tak bisa lagi ia nikmati.
Air mata sudah banyak ia habiskan untuk menangisi hal ini, meski kawannya tak pernah menyadari. Ya, ia tidak mau terlihat lemah di depan teman-temannya.

Begitulah.

Kini, ia sudah mulai bisa menerima keadaan. Perlahan, ia tak lagi marah kepada keadaan. Meski tak lagi sering bermain pallacanestro, namun ia tetap mencintainya.


Sama seperti dulu. Tak ada yang berubah.


Wednesday, September 18, 2013

Tunggulah..

Dalam rangka mencicil mewujudkan mimpi saya dan memperluas wawasan sebagai seorang teknik sipil yang baik (halah), beberapa hari yang lalu saya browsing artikel-artikel tentang perkembangan infrastruktur di Papua. Trus jadi keterusan baca-baca artikel tentang Papua dan Papua Barat.

Ini beberapa artikel yang menurut saya wajib dibaca
http://www.up4b.go.id/
http://www.papuapos.com/index.php/opini/item/1898-solusi-konflik-papua-program-up4b-atau-dialog

Saya sedih.

Setelah membaca beberapa artikel tentang Papua, saya sempat merasa ketinggalan zaman. "Oh kondisi Papua seperti ini to? Segini nggak pernahnya ya aku nonton berita sampe kondisi kayak gini aja sama sekali nggak tau." begitu pikir saya. Saya benar-benar heran. Kenapa saya bisa begitu tidak tahu tentang kondisi disana. Saya coba cek semua tanggal keluar artikel-artikel tersebut, semuanya tergolong artikel baru.
Tapi ternyata setelah saya tanyakan kepada Bapak dan Ibu yang notabene adalah pengikut berita dan pembaca setia media cetak, mereka juga tidak tau. Lalu kemana media media selama ini?

Cmiiw ya teman-teman, atau mungkin ada yang tau kondisi sesungguhnya bagaimana, saya akan sangat menerimanya. Tapi sebagai orang awam, saya + lingkungan saya jelas-jelas nggak tau.

Sedih saya dobel.

Sedih karena artikel-artikel yang saya baca membawa berita tidak mengenakkan, yang jelas-jelas selama ini berlangsung disana, dan kami? Kami sama sekali tidak tahu.
Sedih karena Indonesia itu cuma Jakarta! Cuma Jawa! Media begitu komersilnya hingga kegiatan meliput tak lagi berorientasi pada kualitas informasinya.

Sekali lagi, cmiiw.

Ada yang tau Papua dan Papua Barat selama ini diberi otonomi khusus?
Ada yang tau twitter yang berbau free west papua bertebaran dimana-mana?
Ada yang tau SBY udah pernah janji (di sebuah kegiatan internasional) bahwa ia akan menyelesaikan masalah Papua dan negara lain dilarang ikut campur?
Ada yang tau pemerintah membentuk program Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4B)?

Gimana bisa hal-hal macam itu nggak terdengar sampe sini? Oke, mulai emosi. Tapi kalo kalian baca sampe tuntas artikel diatas pasti ngerti deh kenapa saya begini.

Saya nggak tau gimana harus mengakhiri tulisan ini. Setahun terakhir ini saya jelas-jelas punya impian untuk hidup di Papua, mengabdikan ilmu saya disana.


Tunggu hingga generasi kami siap

Monday, August 19, 2013

My Guilty Pleasures

I kinda got an idea from @GleeOnFox's tweet that said 'what's your guilty pleasure song?'. For people who don't know yet about 'guilty pleasure', copied from what Sam Evans said about guilty pleasure, everybody's got that one thing that they like that they're so ashamed of that they refuse to admit it to anybody, that's guilty pleasure.

I've been thinking a lot about that tweet and came up with an answer that I have no guilty pleasure song. I mean, I love all kind of music and never feel ashamed of listening to a song. So, instead of answering that tweet, I try to reveal some of my guilty pleasures on this post hahahaha kinda stupid but I think it'll be more comfortable for me to write them. So, here they are:

1. I love to use English and talk to myself or pretend like I talk to people when I'm alone. Damn, there I said it -_-
2. I have a second twitter account that no one knows since few months ago. At first, I made it so I can practice my English skill. I tweet in English and I only follow foreign people. But then I use it to follow my favorite foreign celebrities, glee cast, and some gleeks so that I can get some news about them up to date.
3. I love Glee so freakin much that I sometimes laugh and cry at the same time while watch them, not because of the story they told, but because I just too emotionally love them.

Okay, that's it. I can't tell everybody about my stupidity even though I love doing it so much hahaha. So, these are my guilty pleasures. What's yours?